aaargh.
friends, berkat kecerdasan otak gue, gue berhasil menghilangkan seluruh widget gue termasuk chatbox dan link2 blog lain. if you drop your link at my new cbox, I would be grateful. Thanks before!
Sense And Sensibility (1995) adalah film yang diangkat dari novel
Jane Austen dengan judul serupa. Film yang disutradarai oleh
Ang Lee ini bercerita tentang keluarga Dashwood yang telah ditinggalkan oleh si ayah, Mr. Dashwood (
Tom Wilkinson). Ia mewariskan semua harta kekayaannya pada istri keduanya dan anak dari istri pertamanya, John Dashwood (
James Fleet), dan meninggalkan istri pertamanya, Mrs. Dashwood (
Gemma Jones) dan kedua anak dari istri pertamanya, Elinor Dashwood (
Emma Thompson ) dan Marianne Dashwood (
Kate Winslet). Elinor adalah seorang wanita yang lebih pendiam dari saudaranya, dan selalu berperilaku manis. Ia kemudian bertemu dengan seorang pria bernama Edward Ferrars (
Hugh Grant), and as the time goes on, they fall in love with each other. sayangnya, Edward harus pergi ke London untuk melanjutkan studinya. Sedangkan, Marianne jatuh cinta dengan Mr. Willoughby (
Greg Wise), orang yang pernah menyelamatkan dia. Padahal, ibu mereka berusaha untuk menjodohkan Marianne dengan Colonel Brandon (
Alan Rickman). Ketika Mr. Willoughby pergi ke London, Marianne memutuskan untuk pergi ke London bersama Elinor. Sayangnya, sebelum mereka pergi ke London, Elinor bertemu dengan seseorang bernama Lucy yang mengaku telah bertunangan secara rahasia dengan Edward.
The Charm :
- ah, Jane Austen. Selalu sweet dan 'dalam'. Gue belom baca novelnya sih, tapi bisa dipastikan lebih bagus dari filmnya.
- entah kenapa, gue ngerasa film ini agak-agak kocak di beberapa scene. padahal, Jane Austen biasanya kan novelnya serius.
- waw. Hugh Grant waktu muda ganteng bener (duh, terlalu objektif ya? tapi beneran ganteng loh).
- Alan Rickman beda banget sama pas jadi Snape di Harpot! Emang ya artis, ckck.
- Scenery Inggris pedesaan yang bagus. kayaknya kalo jaman dulu enak banget ya, padang rumput masih dimana-mana. London masih terkesan klasik, beda banget sama sekarang (yaaak, gue berasa udah pernah ke London).
The Ugly Things :
- Emma Thompson sama Alan Rickman rasanya terlalu tua buat film ini. Tapi karena aktingnya bagus, jadi nga terlalu 'menggangu' filmnya.
- Ada sesuatu yang aneh di film ini. setiap kali Marriane memainkan piano, kedengarannya selalu seperti Grand Piano. padahal, pianonya piano kayu jaman dulu.
- Gara-gara Alan Rickman lebih terkenal sebagai Severus Snape di Harry Potter, gue jadi agak-agak kehilangan feel di akting dia.
Trivia :
- Emma Thompson memenangi Oscar tahun 1996 berkat film ini.
Memorable Quotes : "Love is not love which alters when it alteration finds. Or bends with the remover to remove. Oh no! It is an ever fixed mark that looks on tempests and is never shaken." --Marianne Dashwood.
Rating : 7.8/10
To Kill A Mockingbird (1961) adalah buku karya Harper Lee yang berkisah dari sudut pandang seorang anak berusia 6 tahun, Jean 'Scout' Louise Finch, tentang hidupnya bersama kakaknya, Jeremy 'Jem' Finch, dan ayahnya, Atticus Finch, yang berprofesi sebagai pengacara. Ia berteman dengan seorang anak laki-laki bernama Dill yang sedang menghabiskan musim panas di daerahnya. Di dekat rumahnya, ada seorang lelaki bernama Arthur "Boo" Radley, seorang yang (menurut gosip para tetangga) tidak pernah keluar dari rumahnya. Mereka mulai sering mengata-ngatai Boo Radley karena itu. Konflik selanjutnya terjadi saat Atticus Finch membela seorang kulit hitam bernama Tom Robinson yang dituduh telah memerkosa seorang wanita kulit putih.
The Charm :
- first impression gue tentang novel ini adalah : membosankan. I'm not a big fan of racism topic, but we can't judge a book by its cover. ternyata keren banget. waaa.
- ceritanya sebetulnya ruwet, tapi karena cerita ini diangkat dari sudut pandang anak kecil berusia 6 tahun, ceritanya terkesan lebih sederhana, tapi tidak menghilangkan moral dari cerita.
- segala sesuatu dijelaskan dengan rinci, tapi hebatnya nga bikin bosen.
- seperti yang ditulis di poin satu tadi : 'we can't judge book by its cover" adalah pesan moral dari novel ini.
- dua konflik yang sama besarnya, Arthur "Boo" Radley dan Tom Robinson, dan beberapa konflik kecil disana-sini, yang berujung pada satu ending yang mengagumkan.
The Ugly Things :
- hmm, apa ya? nyaris tanpa cacat sih menurut gue.
Trivia :
- buku ini diangkat menjadi film dengan sutradara Robert Mulligan, dan menjadi Top 250 di IMDb juga memenangkan Academy Award.
- memenangi Pulitzer Prize Winner. terjual lebih dari 30juta kopi di seluruh dunia, dan novel terlaris sepanjang masa versi Guinness World Records (menurut cover To Kill A Mockingbird versi teritan Qanita (yaah ketauan deh gue bacanya yang Indonesia))
- Satu-satunya novel oleh Harper Lee (geez, kenapa semua orang yang novelnya cuma satu selalu bagus? Emily Bronte, contohnya.)
Memorable Quotes :
"You never really understand a person until you consider things from his point of view... Until you climb inside of his skin and walk around in it." --Scout Finch.
Rating : 9.5/10.
Le Grand Voyage (2004) adalah film karya sutradara
Ismaël Ferroukhi tentang perjalanan sepasang bapak (
Mohamed Majd) dan anaknya, Reda (
Nicolas Cazalé) dari Perancis ke Mekkah, menempuh jarak sekitar 3000 mil, untuk menunaikan rukun Islam kelima, yaitu Haji. Well, si bapak yang haji. Selama perjalanan, mereka menempuh banyak rintangan, bertemu banyak orang, belajar mengenai agama Islam, belajar saling memahami satu sama lain, dan lain-lain.
The Charm :
- antara gue yang nga pernah nonton film tentang Islam (kecuali Ayat-Ayat Cinta, tapi itu cerita lain) atau memang sedikit film foreign yang bercerita tentang Islam, film ini seperti satu diantara sejuta (lebay, i know. tapi dibandingin dengan film kristiani?).
- bikin pengen haji. pas nonton film ini, rasanya malu banget, ada orang yang benar-benar niat haji hingga menempuh jalan darat. padahal, di Indonesia ada paket haji yang gampang banget, tinggal bayar.
- Father-Son bonding yang sangat nyata, kalau mukanya tidak terpaut jauh, orang pasti bakal mengira mereka ayah-anak betulan.
- konflik yang terus menerus datang, sehingga tidak membuat bosan.
- penyesuaian antara si bapak yang sangat islami--shalat di tengah gurun pasir cukup islami menurut gue--dengan si anak yang menganut kebebasan yang tinggi, clubbing, main cewek, dan segala macemnya. tapi, watak mereka mampu nge-blend dengan baik.
- ada satu scene yang gue pribadi sangat suka. saat si anak ketahuan lagi main cewek sama bapaknya, hingga bapaknya marah dan pergi meninggalkan anaknya. lalu, si anak pergi mengejar bapaknya, membujuk untuk berbaikan. ketika ayahnya tidak mau, ia berkata (no, not in Indonesian. gue terpaksa menulis dengan bahasa Indonesia karena di TV translatenya Indonesia. aslinya bahasa Perancis, kalau tidak salah) : "bukankah di agama Islam diajarkan untuk saling memaafkan?". nice.
- menampilkan kemegahan Ka'bah, sesuatu yang jarang ada di sebuah film.
The Ugly Things :
- kenapa endingnya harus seperti itu? Agak-agak gantung.
- beberapa karakter terkesan terlalu 'misterius'. Oke, memang ada beberapa film yang karakternya 'misterius', tapi biasanya pada pertengahan atau akhir film, identitas tokoh itu bakal dikasih tahu. tapi di film ini ada beberapa karakter yang kurang jelas.
- mimpi-mimpi si anak, Reda, kurang penjelasan. Walaupun masih dapat dimengerti (dengan berpikir cukup lama), rasanya sayang kalau dibiarkan tanpa penjelasan.
Trivia :
- baru sadar tadi setelah melihat di IMDb.com, ternyata di film ini ada 6 bahasa yang dipakai (Bulgaria, Perancis, Arab, Inggris, Itali, dan Turki)
- memenangi Venice Film Festival tahun 2004 untuk kategori Luigi De Laurentiis Award.
Memorable Quotes :
"bukankah di Agama Islam kita diajarkan untuk saling memaafkan?" --Reda.
bukankah kita selalu lupa?
Rating :
7.5/10
Million Dollar Baby (2004) adalah film arahan sutradara Clint Eastwood (Changeling) yang sekaligus berperan dalam film ini. Film ini bercerita tentang seorang wanita bernama Maggie Fitzgerald (Hillary Swank, P.S. I Love You) yang bercita-cita menjadi seorang petinju, sehingga ia meminta bimbingan dari sebuah gym tinju yang dipimpin oleh Frankie Dunn (Clint Eastwood), yang memiliki seorang anak perempuan yang tidak pernah dia temui, dan Eddie 'Scrap-Iron' Dupris (Morgan Freeman, Wanted), yang merupakan juara tinju pada saat masa mudanya. Pada awalnya, Frankie tidak menyetujui Maggie berlatih di gym-nya, dengan alasan dia seorang perempuan. tapi, Scrap yang yakin Maggie memiliki bakat dalam hal tinju, terus mendesak Frankie untuk melatihnya. and Scrap was right, setelah berlatih dan terus berlatih, Maggie akhirnya dapat diikutkan dalam kejuaraan-kejuaraan tinju. and as the time goes on, Maggie memenangi beberapa pertandingan tinju, until something happened to her.
The Charm :
- WOW. I'm not a big fan of boxing, but this one is nearly dumping me to ESPN. cara ngambil gambar selama pertandingan berlangsung bener-bener bikin kita ngerasa kalo kita ikutan nonton live dari sisi arena. atmosfer pertandingannya bener-bener kerasa, dari petinjunya, settingnya, sampe crowd-nya.
- Akting Hillary Swank ngebikin kita ngerasa kalo dia betulan petinju, badannya aja sampe atletis gitu. apalagi tonjok-tonjokannya kerasa real, beda sama sinetron-sinetron Indosiar (iyalah).
- Cerita yang dalam. Setiap tokoh memiliki konfliknya sendiri, seperti Maggie yang berusaha menjadi petinju dan ingin seseorang percaya kalau dia benar-benar memiliki bakat tinju, Frankie yang berusaha membantu Maggie mencapai mimpinya, dan Scrap yang harus mengurusi gym sekaligus masa lalunya ketika Frankie sedang pergi menemani Maggie ke kejuaraan.
- Ending yang sangat oke. Pada awalnya, saya sudah berpikir, 'ah paling nanti ujung-ujungnya Maggie jadi juara dunia atau apalaah, yang pasti happy ending'. tapi, setelah film diputar selama satu setengah jam, pikiran saya berubah. Ternyata, ini bukan film mengenai kemenangan, ini film mengenai keberanian.
- Film ini dinaratori oleh Morgan Freeman. Suara beratnya bikin film jadi lebih 'rich', dan kita jadi bisa lebih tahu banyak tentang tokoh-tokoh lain karena POV-nya diambil dari sudut pandang Scrap.
The Ugly Thing :
- Ada satu pertanyaan tak terjawab yang dari selesai nonton hingga sekarang masih menggantung di otak saya. (spoiler) di saat Maggie cedera berat, dia kan dipasangi ventilator. tapi, dia tetap bisa berbicara. how come?
- Saya pribadi kecewa bukan Morgan Freeman yang menjadi Frankie. Padahal, kelihatannya dia lebih cocok dari Clint Eastwood.
- For some people, it's not comfortable to see a woman bleeding because of fighting.
Trivia :
- Hillary Swank ternyata berlatih tinju dulu sebelum shooting (nyontek IMDb)
- Film ini diambil dari buku 'Rope Burns: Stories From the Corner' karya F. X. Toole.
- Terdaftar sebagai Top 250: #149 per tanggal hari ini.
- Memenangi 4 piala Oscar tahun 2005 untuk kategori Best Achievement in Directing (Clint Eastwood), Best Motion Picture of the Year, Best Performance by an Actor in a Supporting Role (Morgan Freeman), Best Performance by an Actress in a Leading Role (Hillary Swank), dan penghargaan-penghargaan lainnya.
Conclusion : Very Recommended movie. Kekerasannya tidak terlalu 'parah', jadi tidak terlalu menganggu bagi mereka yang tidak terlalu menyukai adegan kekerasan.
Rating : 8/10

Big Fish (2003) adalah film garapan sutradara handal Tim Burton (Sweeney Todd: The Demon Barber of Fleet Street) yang bercerita tentang seorang ayah, Edward Bloom (Ewan McGregor, Angels & Demons) yang memiliki hobi bercerita tentang pengalaman-pengalamannya selama masa mudanya kepada semua orang, terutama anaknya, Will Bloom (Billy Crudup, Watchmen) yang sarat dengan fantasi dan makhluk-makhluk dongeng, seperti seorang nenek sihir bermata kaca yang bisa melihat masa depan, werewolf, manusia raksasa, orang yang kembar dempet, dan lain-lain. Ketika Will muak mendengar cerita ayahnya, ia memutuskan untuk tidak pernah berbicara lagi dengan ayahnya. Tiga tahun berlalu, dan Will diberitahu ibunya, Sandra Bloom (Jessica Lange), bahwa ayahnya jatuh sakit dan akan menemui ajalnya. Will, yang pada saat itu sudah beristri Josephine (Marion Cotillard), datang kembali menemui ayahnya. Disana, Edward Bloom menceritakan kembali kisah hidupnya pada Josephine.
The Charm :
- This is Tim Burton's. Seperti film-film Tim Burton lainnya, Big Fish menyodorkan segala sesuatu yang dapat diminta penonton dalam sebuah film : Adventure, Fantasy, Romance, Drama, Thriller, Comedy, Friendship and Family.
- Setting film yang sangat, sangat menarik. Karena, pemeran utama menjadi seorang wanderer, tidak diam di suatu tempat. Selain itu, cara mengambil gambar dan warnanya juga keren.
- Tokoh-tokoh yang menarik. Ada Helena Bonham Carter, yang memainkan dua tokoh berbeda, dan masing-masing tokoh itu dimainkan secara maksimal. Banyak figuran-figuran yang pada awalnya terkesan 'numpang lewat', tapi pada akhir film, mereka ikut menjadi 'kunci' dalam keberhasilan film ini.
- Soundtrack yang menarik! Selalu 'pas' dengan atmosfir filmnya.
- Animasi yang halus. Walaupun film ini tidak 100% animasi, tapi ada beberapa yang memerlukan animasi. It's a fantasy (kind of) film anyway.
- Kocak. Kocak dengan unique comedy-nya Tim Burton. Adventure-nya juga sangat menarik. Heartwarming. Pesan moralnya dapet.
- Ada beberapa scene yang agak membingungkan, karena terlalu kental fantasy-nya. Tapi, selanjutnya scene tersebut akan dijelaskan, as the movies went on.
- Terdaftar dalam Top 250 IMDB per tanggal hari ini.
The Ugly Things :
- Tim Burton is unique, tapi nga semua orang bisa menikmati film ini. Well, this movies is about telling a tell tales, dan perlu konsentrasi untuk menonton film ini, kalau tidak, bisa ketiduran.
Trivia :
- Aksen Ewan McGregor yang dari Alabama membuat suara dia lebih rich buat menceritakan kehidupannya.
Conclusion : If you're a Tim Burton's avid fan, then go for it. Kalaupun tidak, film ini tetap menarik. Tapi jangan pas lagi ngantuk nontonnya, bisa ketiduran, karena film ini berdurasi dua jam.
rating : 8.5/10

Martian Child (2007) adalah film karya sutradara Menno Meyjes tentang seorang duda bernama David Gordon (John Cusack, Serendipity) yang mengadopsi seorang anak bernama Dennis (Bobby Coleman, Take). Terlihat seperti cerita biasa? David Gordon adalah seorang penulis cerita science-fiction yang pada masa kecilnya tergolong 'nerd'. Masih terlihat seperti cerita biasa? Dennis menganggap dia adalah makhluk dari planet Mars yang sedang ditugaskan ke bumi dalam sebuah 'misi'.


The Charm :
- Both Cusack's and Coleman's acting are great. Masing-masing menjiwai perannya, dan chemistry diantara mereka berdua itu dapet banget. Kalau John Cusack, I know he will be great like on his other movie (Serendipity, Grace Is Gone, High Fidelity). Tapi si kecil Bobby Coleman ini jaaauh lebih menjiwai dari John Cusack. He really acts as if he is from outer space, like doing Martian Dance, wearing an 'extra-gravitation' belt, speaking the 'Martian Language', and things.
- The funny thing is, Dennis terlihat seperti memiliki kemampuan supernatural khas makhluk Mars, seperti dapat merasakan warna, memiliki 'Martian Wish' yang dapat mengabulkan segala sesuatu, dan lain-lain. Sehingga, sempat David berpikir bahwa Dennis memang benar berasal dari tempat yang sering ia bicarakan.
- Pesan moralnya ngena banget. Cocok untuk ditonton sama orangtua yang punya anak agak-agak 'aneh' (that's why my mom love this movie -_-) atau untuk anak-anak, karena film ini suitable untuk semua umur.
- Ceritanya ringan, sehingga mudah dimengerti. Namun, tetap tidak kehilangan pesan moralnya.
- Peran pembantu di film ini juga menarik, seperti Liz (Joan Cusack), saudara perempuan David, dan Harlee (Amanda Peet), teman David yang positive thinking dengan keadaan Dennis.
- Saya agak terkecoh dengan film ini, karena pada pertengahan film, ada scene yang terlihat seperti the end of the film. Tapi, ternyata filmnya belum selesai, dilanjutkan dengan konflik yang lebih dalam dari sebelumnya, dan menghasilkan pesan moral yang lebih berkualitas : Just Be Yourself. Bingung? Tonton filmnya agar mengerti.
The Ugly Things :
- Sempat ada kru film dan kamera yang tampak di film.
Trivia :
- Di film ini, Dennis digambarkan suka dengan hal-hal berbau 'science'. Di kehidupan nyata, Bobby Coleman juga menyukai topik science dan bercita-cita untuk menjadi bio-engineer.
- Nama tokoh Joan Cusack di film ini sama dengan nama tokoh aktris tersebut di film High Fidelity.
Conclusion : A good film, but not A-must-watch in my list. Tapi, cerita yang lighthearted dan warm ini cukup menghibur.
Rating : 7/10

Wuthering Heights (1847) adalah novel Inggris klasik karya Emily Brontë yang sangat terkenal pada masa itu. Wuthering Heights menceritakan tentang seorang lelaki dan perempuan bernama Heathcliff dan Catherine Earnshaw. Heathcliff adalah anak yang dipungut ayah Cathy (slang dari Catherine) ketika ia pergi ke Inggris. Heathcliff dan Cathy berteman, hidup bahagia, hingga tetangga mereka yang kaya, Edgar Linton, mendekati Cathy.
The thing they doesn't know is, Heathcliff adalah seorang pendendam dan akan melakukan apapun untuk mendapatkan Cathy kembali.
The Charm :- Everyone is flawed, itulah yang ditekankan di novel ini. Setiap orang pasti memiliki sisi jahat, right? Dan itulah yang diekspos di novel ini. Cathy dengan sifat egois dan materialistisnya, dan Heathcliff dengan sifat pendendamnya. Tapi pas mereka ketemu, nah. (maksudnya baca sendiri di novelnya haha) Love conquers all.
- Alur yang flashback membuat cerita lebih menarik. terlebih lagi, cerita diangkat dari sudut pandang orang ketiga, membuat orang bertanya-tanya dengan apa yang ada di pikiran Heathcliff atau Cathy ketika mereka berbuat suatu hal yang cukup kontroversial, seperti (SPOILER, block untuk membaca) Cathy menikahi Edgar Linton, dan Heathcliff yang membuka kembali makam Cathy. (spoiler end)
- Cerita yang berisi. Tiap lembar dari buku menyiratkan emosi yang berbeda. halaman sekian, timbul kesan kegilaan dari Heathcliff, tapi, beberapa halaman setelahnya, terlihat lagi kecintaan dia yang mendalam pada Cathy.
- Karakter tiap tokoh yang kuat, dan tidak ada karakter yang cuma terkesan seperti 'figuran numpang lewat'. Karakter setiap tokoh tidak dijelaskan secara langsung, sehingga pembaca harus mereka-reka sendiri.
- Karakter jahat sama baiknya nga ketahuan. yang jahat itu sebenernya siapa? yang baik siapa? Cathy? Heathcliff? atau Edgar? nga ketahuan sama sekali. dan itu ide Emily Brontë yang gue suka, karena in real life, no one is really a saint or a sinner.
- Tipikal buku-buku literatur British, buku ini ada gambarnya (kayak anak kecil aja perlu ada gambarnya -_-) di beberapa scene tertentu. walaupun gambarnya masih berupa sketch, tapi gambarnya cukup menarik.
- Ending yang tidak biasa.
- Bisa buat belajar Bahasa Inggris, karena Inggrisnya Inggris British kuno.
The Ugly Things :
- Susah banget buat nyari buku ini. saya mengakui. saya pribadi sudah mencari di Senen dan Kwitang, tapi tidak menemukan juga. lalu, dimanakah saya menemukan buku itu? Toko Gunung Agung Senen. IDR 14.000 saja, sudah dapat versi Inggris. Penerbitnya Dian Rakyat. Tempat-tempat yang mungkin ada : Kinokuniya, Periplus (saya sudah kesana, tapi saat itu sedang kosong), Perpustakaan British Council, atau kalau tidak mau susah, buka google, cari e-book-nya. Internet rules.
- Untuk beberapa orang yang 'kurang' dalam bidang bahasa Inggris, membaca buku ini dapat menjadi such a pain. tapi, hal itu dapat diantisipasi dengan membeli versi Indonesianya. but hey, kalo kayak gitu, apa bedanya sama baca novelnya Mira W.? (no offense)
- Rentang waktu publishing buku dengan waktu sekarang yang terlalu jauh membuat bingung pembaca. jangan kaget, kalau di buku ini ditemukan beberapa scene yang berisi lelaki yang menangis sedu sedan. mungkin, pada jaman itu, it's okay. tapi sekarang?
- This is not suitable for those who are looking for a good ending.
Trivia :
- Buku ini telah difilmkan tiga kali, tahun 1939, 1970, dan 1992. artinya : buku sukses.
- Quotes di judul posting ini diucapkan oleh Heathcliff.
- Buku ini adalah satu-satunya buku yang pernah ditulis Emily Brontë.
Conclusion : A-must-read-and-loved for english-classic-literature nerd. Buku yang kisahnya akan abadi sepanjang masa.
Rating : 9/10