aaargh.

friends, berkat kecerdasan otak gue, gue berhasil menghilangkan seluruh widget gue termasuk chatbox dan link2 blog lain. if you drop your link at my new cbox, I would be grateful. Thanks before!
Showing posts with label movies. Show all posts
Showing posts with label movies. Show all posts

25 July 2009

Dark Secrets Revealed...

http://www.tribute.ca/tribute_objects/images/movies/Harry_Potter_and_the_Half_Blood_Prince/HarryPotterandtheHalfBloodPrince.jpg

Harry Potter And The Half-Blood Prince (2009) adalah film karya sutradara David Yates (yang juga menangani Harry Potter and the Order of the Phoenix) yang menceritakan tentang seorang penyihir-yang-tampaknya-udah-bukan-penyihir-cilik-lagi, Harry Potter (Daniel Radcliffe) di tahun keenamnya di Hogwarts bersama teman-temannya yang juga penyihir, Ron Wealey (Rupert Grint) dan Hermione Granger (Emma Watson). Di tahun ini, Dumbledore (Michael Gambon) merekrut seorang guru baru bernama Horace Slughorn (Jim Broadbent) yang merupakan guru Tom Riddle-Voldemort (Ralph Fiennes) dulunya, sehingga Dumbledore meminta Harry untuk menyelidiki masa lalu Voldemort melalui Slughorn. Selain itu, Harry juga menemukan buku ramuan sihir milik seseorang berjulukan 'Half-Blood Prince' yang berisi catatan-catatan rinci untuk membuat suatu ramuan. Sementara itu, Ron menjadi Keeper Quidditch handal, dan membuat Lavender Brown jatuh cinta padanya (dan membuat Hermione jealous--but she isn't alone. gue juga hahah). Juga kelakuan Draco Malfoy (Tom Felton) yang semakin misterius dan Severus Snape (Alan Rickman) membuat janji-yang-tidak-dapat-diingkari dengan Narcissa Malfoy (Helen McCrory) bahwa ia akan menjaga anaknya.

The Charm :
  1. Who doesn't love Harry Potter? Film ini pastinya ditunggu-tunggu oleh maniak Harry Potter di seluruh dunia, termasuk Indonesia (sampe-sampe nonton bioskop berasa antri BLT) setelah tahun 2008 kemarin nga ada film harpot yang dirilis.
  2. 'magic'-'magic'-nya selalu berhasil membuat gue 'waw', seperti film-film sebelumnya.
  3. ceritanya mulai dark, nga cuma unsur adventure aja yang ditonjolin, beda sama film-film sebelumnya. film yang sekarang juga mulai ada unsur romance-nya (walaupun yang Order Of Phoenix juga ada)
  4. karena aktornya udah pada remaja, gue merasa beberapa cewek yang duduk disebelah gue (termasuk gue) yang meneriakkan nama-nama seperti "Tom Felton!" atau "Rupert Grint!" atau (walaupun jarang) "Daniel Radcliffe!" atau "Alan Rickman!" (oke, yang terakhir bercanda). yaah, menurut gue, dengan muka mereka sekarang, itu adalah nilai plus buat filmnya.
  5. lebih bagus dari Harry Potter and the Order of the Phoenix, iya nga sih? menurut gue begitu. tapi gue pribadi lebih suka pas harpot masih dipegang director yang lama, Chris Columbus.
The Ugly Things :
  1. Unsur romance-nya terlalu mendominasi, atau bahasa kasarnya : "Ini Harpot, apa chick flick?". dari dua setengah jam film diputar, rasanya satu jam abis cuma buat bahas romance. dari Lavender-Ron-Hermione sampe Harry-Ginny-Dean. maaaan, kayaknya J.K. Rowling menulis buku tentang petualangan magis, bukan teenlit.
  2. menurut orang-orang, durasi filmnya terlalu panjang (menurut orang-orang, menurut gue nga. well, Titanic tiga jam, dan gue pernah nonton yang nga dipotong. dan tetap tidak menganggap itu membosankan.) jadi bikin bosen dan ngantuk.
  3. kayak yang gue bilang tadi, gue lebih suka harpot dipegang director yang lama, jadi nga bakal menyimpang dari buku dan menghilangkan terlalu banyak adegan kayak gini.
  4. menurut orang-orang (lagi), endingnya agak gantung. yah, ceritanya di buku emang berakhir kayak gitu sih. jadi menurut gue oke-oke aja.
  5. ada scene yang nga ada di buku. (spoiler) scene Bellatrix dan Greyback ngedatengin The Burrow, emang ada ya? apa gue yang nga baca di buku?
  6. banyak yang bertanya-tanya, klimaks film ini dimana? perasaan antiklimaks semua. well, bukunya sendiri dibuat (menurut gue) cuma buat 'ngematengin' buku ketujuh. jadi, yaaah emang klimaksnya nga menonjol.
Memorable Quotes :
Lavender Brown : I happen to be his girlfriend!
Hermione Granger : Well, I happen to be his... friend.
Lavender Brown : Friend? Don't make me laugh! You haven't spoken to him for days. I guess now you find him "interesting."
Hermione Granger : He's been poisoned, you daft dimbo! And as a matter of fact, I've always found him... interesting.
(see? gita cinta remaja.)

Rating : 8/10 (I still love the movie though, even it's a chick flick for me.)

19 July 2009

Lose your heart and come to your senses.

http://www.moviegoods.com/Assets/product_images/1020/189235.1020.A.jpg

Sense And Sensibility (1995) adalah film yang diangkat dari novel Jane Austen dengan judul serupa. Film yang disutradarai oleh Ang Lee ini bercerita tentang keluarga Dashwood yang telah ditinggalkan oleh si ayah, Mr. Dashwood (Tom Wilkinson). Ia mewariskan semua harta kekayaannya pada istri keduanya dan anak dari istri pertamanya, John Dashwood (James Fleet), dan meninggalkan istri pertamanya, Mrs. Dashwood (Gemma Jones) dan kedua anak dari istri pertamanya, Elinor Dashwood (Emma Thompson ) dan Marianne Dashwood (Kate Winslet). Elinor adalah seorang wanita yang lebih pendiam dari saudaranya, dan selalu berperilaku manis. Ia kemudian bertemu dengan seorang pria bernama Edward Ferrars (Hugh Grant), and as the time goes on, they fall in love with each other. sayangnya, Edward harus pergi ke London untuk melanjutkan studinya. Sedangkan, Marianne jatuh cinta dengan Mr. Willoughby (Greg Wise), orang yang pernah menyelamatkan dia. Padahal, ibu mereka berusaha untuk menjodohkan Marianne dengan Colonel Brandon (Alan Rickman). Ketika Mr. Willoughby pergi ke London, Marianne memutuskan untuk pergi ke London bersama Elinor. Sayangnya, sebelum mereka pergi ke London, Elinor bertemu dengan seseorang bernama Lucy yang mengaku telah bertunangan secara rahasia dengan Edward.

The Charm :
  1. ah, Jane Austen. Selalu sweet dan 'dalam'. Gue belom baca novelnya sih, tapi bisa dipastikan lebih bagus dari filmnya.
  2. entah kenapa, gue ngerasa film ini agak-agak kocak di beberapa scene. padahal, Jane Austen biasanya kan novelnya serius.
  3. waw. Hugh Grant waktu muda ganteng bener (duh, terlalu objektif ya? tapi beneran ganteng loh).
  4. Alan Rickman beda banget sama pas jadi Snape di Harpot! Emang ya artis, ckck.
  5. Scenery Inggris pedesaan yang bagus. kayaknya kalo jaman dulu enak banget ya, padang rumput masih dimana-mana. London masih terkesan klasik, beda banget sama sekarang (yaaak, gue berasa udah pernah ke London).
The Ugly Things :
  1. Emma Thompson sama Alan Rickman rasanya terlalu tua buat film ini. Tapi karena aktingnya bagus, jadi nga terlalu 'menggangu' filmnya.
  2. Ada sesuatu yang aneh di film ini. setiap kali Marriane memainkan piano, kedengarannya selalu seperti Grand Piano. padahal, pianonya piano kayu jaman dulu.
  3. Gara-gara Alan Rickman lebih terkenal sebagai Severus Snape di Harry Potter, gue jadi agak-agak kehilangan feel di akting dia.
Trivia :
  1. Emma Thompson memenangi Oscar tahun 1996 berkat film ini.
Memorable Quotes : "Love is not love which alters when it alteration finds. Or bends with the remover to remove. Oh no! It is an ever fixed mark that looks on tempests and is never shaken." --Marianne Dashwood.

Rating : 7.8/10

On Their Way To Mecca, They Found Each Other.

http://store.rukukineruku.com/wp-content/uploads/2008/07/scan10018.jpg


Le Grand Voyage (2004) adalah film karya sutradara Ismaël Ferroukhi tentang perjalanan sepasang bapak (Mohamed Majd) dan anaknya, Reda (Nicolas Cazalé) dari Perancis ke Mekkah, menempuh jarak sekitar 3000 mil, untuk menunaikan rukun Islam kelima, yaitu Haji. Well, si bapak yang haji. Selama perjalanan, mereka menempuh banyak rintangan, bertemu banyak orang, belajar mengenai agama Islam, belajar saling memahami satu sama lain, dan lain-lain.

The Charm :
  1. antara gue yang nga pernah nonton film tentang Islam (kecuali Ayat-Ayat Cinta, tapi itu cerita lain) atau memang sedikit film foreign yang bercerita tentang Islam, film ini seperti satu diantara sejuta (lebay, i know. tapi dibandingin dengan film kristiani?).
  2. bikin pengen haji. pas nonton film ini, rasanya malu banget, ada orang yang benar-benar niat haji hingga menempuh jalan darat. padahal, di Indonesia ada paket haji yang gampang banget, tinggal bayar.
  3. Father-Son bonding yang sangat nyata, kalau mukanya tidak terpaut jauh, orang pasti bakal mengira mereka ayah-anak betulan.
  4. konflik yang terus menerus datang, sehingga tidak membuat bosan.
  5. penyesuaian antara si bapak yang sangat islami--shalat di tengah gurun pasir cukup islami menurut gue--dengan si anak yang menganut kebebasan yang tinggi, clubbing, main cewek, dan segala macemnya. tapi, watak mereka mampu nge-blend dengan baik.
  6. ada satu scene yang gue pribadi sangat suka. saat si anak ketahuan lagi main cewek sama bapaknya, hingga bapaknya marah dan pergi meninggalkan anaknya. lalu, si anak pergi mengejar bapaknya, membujuk untuk berbaikan. ketika ayahnya tidak mau, ia berkata (no, not in Indonesian. gue terpaksa menulis dengan bahasa Indonesia karena di TV translatenya Indonesia. aslinya bahasa Perancis, kalau tidak salah) : "bukankah di agama Islam diajarkan untuk saling memaafkan?". nice.
  7. menampilkan kemegahan Ka'bah, sesuatu yang jarang ada di sebuah film.
The Ugly Things :
  1. kenapa endingnya harus seperti itu? Agak-agak gantung.
  2. beberapa karakter terkesan terlalu 'misterius'. Oke, memang ada beberapa film yang karakternya 'misterius', tapi biasanya pada pertengahan atau akhir film, identitas tokoh itu bakal dikasih tahu. tapi di film ini ada beberapa karakter yang kurang jelas.
  3. mimpi-mimpi si anak, Reda, kurang penjelasan. Walaupun masih dapat dimengerti (dengan berpikir cukup lama), rasanya sayang kalau dibiarkan tanpa penjelasan.
Trivia :
  1. baru sadar tadi setelah melihat di IMDb.com, ternyata di film ini ada 6 bahasa yang dipakai (Bulgaria, Perancis, Arab, Inggris, Itali, dan Turki)
  2. memenangi Venice Film Festival tahun 2004 untuk kategori Luigi De Laurentiis Award.
Memorable Quotes : "bukankah di Agama Islam kita diajarkan untuk saling memaafkan?" --Reda.
bukankah kita selalu lupa?

Rating : 7.5/10

3 July 2009

"Don't You Dare Close Your Eyes..."



Aladdin (1992) adalah film animasi Disney yang disutradarai oleh Ron Clements dan John Musker. Alladin bercerita tentang seorang 'street rat' bernama serupa dengan judul film, Aladdin (Scott Weinger, Kingdom Hearts --well, if you're a gamer, you should've know this game) yang jatuh cinta dengan seorang putri kerajaan yang bernama putri Jasmine (Linda Larkin, Kingdom Hearts). The problem is, putri Jasmine cuma bisa menikah dengan seorang pangeran. Jadi, dibantu dengan Genie (Robin Williams, License To Wed) yang bisa mengabulkan tiga permintaannya, Alladin berusaha untuk memenangkan hati putri Jasmine sekaligus mengalahkan Jafar (Jonathan Freeman, Kingdom Hearts) yang ingin menguasai kerajaan.




The Charm :
  1. oke, siapa sih yang nga pernah nonton Aladdin waktu kecil? nga ada ya kayaknya. so we're all know, the romance of the movie. gimana chemistry-nya Aladdin sama putri Jasmine pas mereka lagi naik permadani ajaib sambil nyanyi A Whole New World. aww.
  2. Soundtrack yang sangat catchy. Selain A Whole New World, banyak soundtrack-soundtrack yang lucu, apalagi yang dinyanyiin sama Genie.
  3. Robin Williams at his best! Udah lebih dari sepuluh kali saya nonton film ini, tapi masih tetep ketawa di scene-scene di berubah-ubah.
  4. kocak, tapi tetep ada scene yang sedih dan menegangkan. seru lah, untuk ukuran anak kecil.
  5. suitable buat anak-anak (yaiyalah) dan merupakan tontonan yang lebih bermutu dibanding High School Musical (seriously, Disney should've made movies like this much more than HSM or Camp Rock)
The Ugly Thing :
  1. mungkin anda bingung kenapa tiba-tiba saya me-review film yang sudah melegenda ini. ini karena : 1) saya sedang sakit sehingga tidak bisa pergi ke bioskop untuk nonton Transformers 2 (yeeeeeah, saya masih belom nonton) 2) film ini sudah diputar 3x di stasiun TV swasta sebagai film liburan. nyebelinnya, di TV di translate ke Indonesia, sehingga melahirkan translation : A Whole New World = Seluruh Dunia. Kadang-kadang Indonesia suka seenaknya deeh.




Trivia :
  1. Aladdin pernah di-banned gara-gara membawa masalah SARA (baca artikel lengkapnya disini).
  2. Aladdin pernah memenangkan Oscar tahun 1993 untuk kategori Best Music (A Whole New World)
Conclusion : Let your little cousins/kids/nephews/nieces see this movie. it's a masterpiece they won't forget.

Rating : 8.7/10

26 June 2009

"And my soul from out that shadow that lies floating on the floor, Shall be lifted - Nevermore!"



Vincent (1982) adalah film pendek berdurasi 6 menit yang dikarang dan disutradarai Tim Burton (yes, I can't get enough of his movies). 'Vincent' bercerita tentang seorang anak laki-laki berusia tujuh tahun bernama Vincent Malloy yang terobsesi dengan Vincent Price (Edward Scissorhands) sampai-sampai ia mengikuti gaya Vincent Price dan berimajinasi bahwa dia adalah VIncent Price.

The Charm :
  1. This is 6 minutes long, yet the best of Tim Burton. Kocaknya dapet, Creepy-nya dapet, sedihnya dapet. ceritanya powerful banget, imajinatif.
  2. Vincent Price adalah narator film pendek ini. Kind of irony, eh?
  3. Cara Vincent Price membawakan dialog narator seperti membaca puisi. kata-katanya pun berima. selain itu, ada bagian ia mengutip kata-kata Edgar Allan Poe. Semakin mirip puisi.
  4. Lucunya, selama film ini yang satu-satunya berbicara cuma Vincent Price.
The Ugly Things :
  1. 6 minutes isn't enough!
Trivia :
  1. Banyak karakter-karakter film animasi Tim Burton yang baru di-publish beberapa tahun kemudian (just to remind you, filmnya dibuat tahun 1982) muncul disini, seperti Jack Skellington (The Nightmare Before Christmas), Sandworm-nya Beetle Juice, dan lain-lain.
Conclusion : extremely worth your 6 minutes. so scroll this up and see the video, folks!

Rating : 8.5/10


just a note : I gave my deepest condolence to Michael Jackson. and I haven't seen Transformers: Revenge of the Fallen yet, so if you've been craving for my hubby (namely Shia LaBeouf) and the review from my POV, please wait patiently until 1st July, kay? Thanks :)

Mo chuisle! Mo chuisle!



Million Dollar Baby (2004) adalah film arahan sutradara Clint Eastwood (Changeling) yang sekaligus berperan dalam film ini. Film ini bercerita tentang seorang wanita bernama Maggie Fitzgerald (Hillary Swank, P.S. I Love You) yang bercita-cita menjadi seorang petinju, sehingga ia meminta bimbingan dari sebuah gym tinju yang dipimpin oleh Frankie Dunn (Clint Eastwood), yang memiliki seorang anak perempuan yang tidak pernah dia temui, dan Eddie 'Scrap-Iron' Dupris (Morgan Freeman, Wanted), yang merupakan juara tinju pada saat masa mudanya. Pada awalnya, Frankie tidak menyetujui Maggie berlatih di gym-nya, dengan alasan dia seorang perempuan. tapi, Scrap yang yakin Maggie memiliki bakat dalam hal tinju, terus mendesak Frankie untuk melatihnya. and Scrap was right, setelah berlatih dan terus berlatih, Maggie akhirnya dapat diikutkan dalam kejuaraan-kejuaraan tinju. and as the time goes on, Maggie memenangi beberapa pertandingan tinju, until something happened to her.



The Charm :
  1. WOW. I'm not a big fan of boxing, but this one is nearly dumping me to ESPN. cara ngambil gambar selama pertandingan berlangsung bener-bener bikin kita ngerasa kalo kita ikutan nonton live dari sisi arena. atmosfer pertandingannya bener-bener kerasa, dari petinjunya, settingnya, sampe crowd-nya.
  2. Akting Hillary Swank ngebikin kita ngerasa kalo dia betulan petinju, badannya aja sampe atletis gitu. apalagi tonjok-tonjokannya kerasa real, beda sama sinetron-sinetron Indosiar (iyalah).
  3. Cerita yang dalam. Setiap tokoh memiliki konfliknya sendiri, seperti Maggie yang berusaha menjadi petinju dan ingin seseorang percaya kalau dia benar-benar memiliki bakat tinju, Frankie yang berusaha membantu Maggie mencapai mimpinya, dan Scrap yang harus mengurusi gym sekaligus masa lalunya ketika Frankie sedang pergi menemani Maggie ke kejuaraan.
  4. Ending yang sangat oke. Pada awalnya, saya sudah berpikir, 'ah paling nanti ujung-ujungnya Maggie jadi juara dunia atau apalaah, yang pasti happy ending'. tapi, setelah film diputar selama satu setengah jam, pikiran saya berubah. Ternyata, ini bukan film mengenai kemenangan, ini film mengenai keberanian.
  5. Film ini dinaratori oleh Morgan Freeman. Suara beratnya bikin film jadi lebih 'rich', dan kita jadi bisa lebih tahu banyak tentang tokoh-tokoh lain karena POV-nya diambil dari sudut pandang Scrap.
The Ugly Thing :
  1. Ada satu pertanyaan tak terjawab yang dari selesai nonton hingga sekarang masih menggantung di otak saya. (spoiler) di saat Maggie cedera berat, dia kan dipasangi ventilator. tapi, dia tetap bisa berbicara. how come?
  2. Saya pribadi kecewa bukan Morgan Freeman yang menjadi Frankie. Padahal, kelihatannya dia lebih cocok dari Clint Eastwood.
  3. For some people, it's not comfortable to see a woman bleeding because of fighting.



Trivia :
  1. Hillary Swank ternyata berlatih tinju dulu sebelum shooting (nyontek IMDb)
  2. Film ini diambil dari buku 'Rope Burns: Stories From the Corner' karya F. X. Toole.
  3. Terdaftar sebagai Top 250: #149 per tanggal hari ini.
  4. Memenangi 4 piala Oscar tahun 2005 untuk kategori Best Achievement in Directing (Clint Eastwood), Best Motion Picture of the Year, Best Performance by an Actor in a Supporting Role (Morgan Freeman), Best Performance by an Actress in a Leading Role (Hillary Swank), dan penghargaan-penghargaan lainnya.
Conclusion : Very Recommended movie. Kekerasannya tidak terlalu 'parah', jadi tidak terlalu menganggu bagi mereka yang tidak terlalu menyukai adegan kekerasan.

Rating : 8/10

23 June 2009

"A man tells his stories so many times that he becomes the stories. They live on after him. And in that way he becomes immortal."


Big Fish (2003) adalah film garapan sutradara handal Tim Burton (Sweeney Todd: The Demon Barber of Fleet Street) yang bercerita tentang seorang ayah, Edward Bloom (Ewan McGregor, Angels & Demons) yang memiliki hobi bercerita tentang pengalaman-pengalamannya selama masa mudanya kepada semua orang, terutama anaknya, Will Bloom (Billy Crudup, Watchmen) yang sarat dengan fantasi dan makhluk-makhluk dongeng, seperti seorang nenek sihir bermata kaca yang bisa melihat masa depan, werewolf, manusia raksasa, orang yang kembar dempet, dan lain-lain. Ketika Will muak mendengar cerita ayahnya, ia memutuskan untuk tidak pernah berbicara lagi dengan ayahnya. Tiga tahun berlalu, dan Will diberitahu ibunya, Sandra Bloom (Jessica Lange), bahwa ayahnya jatuh sakit dan akan menemui ajalnya. Will, yang pada saat itu sudah beristri Josephine (Marion Cotillard), datang kembali menemui ayahnya. Disana, Edward Bloom menceritakan kembali kisah hidupnya pada Josephine.



The Charm :
  1. This is Tim Burton's. Seperti film-film Tim Burton lainnya, Big Fish menyodorkan segala sesuatu yang dapat diminta penonton dalam sebuah film : Adventure, Fantasy, Romance, Drama, Thriller, Comedy, Friendship and Family.
  2. Setting film yang sangat, sangat menarik. Karena, pemeran utama menjadi seorang wanderer, tidak diam di suatu tempat. Selain itu, cara mengambil gambar dan warnanya juga keren.
  3. Tokoh-tokoh yang menarik. Ada Helena Bonham Carter, yang memainkan dua tokoh berbeda, dan masing-masing tokoh itu dimainkan secara maksimal. Banyak figuran-figuran yang pada awalnya terkesan 'numpang lewat', tapi pada akhir film, mereka ikut menjadi 'kunci' dalam keberhasilan film ini.
  4. Soundtrack yang menarik! Selalu 'pas' dengan atmosfir filmnya.
  5. Animasi yang halus. Walaupun film ini tidak 100% animasi, tapi ada beberapa yang memerlukan animasi. It's a fantasy (kind of) film anyway.
  6. Kocak. Kocak dengan unique comedy-nya Tim Burton. Adventure-nya juga sangat menarik. Heartwarming. Pesan moralnya dapet.
  7. Ada beberapa scene yang agak membingungkan, karena terlalu kental fantasy-nya. Tapi, selanjutnya scene tersebut akan dijelaskan, as the movies went on.
  8. Terdaftar dalam Top 250 IMDB per tanggal hari ini.
The Ugly Things :
  1. Tim Burton is unique, tapi nga semua orang bisa menikmati film ini. Well, this movies is about telling a tell tales, dan perlu konsentrasi untuk menonton film ini, kalau tidak, bisa ketiduran.

Trivia :

  1. Aksen Ewan McGregor yang dari Alabama membuat suara dia lebih rich buat menceritakan kehidupannya.
Conclusion : If you're a Tim Burton's avid fan, then go for it. Kalaupun tidak, film ini tetap menarik. Tapi jangan pas lagi ngantuk nontonnya, bisa ketiduran, karena film ini berdurasi dua jam.

rating : 8.5/10

The story of a man becoming a father...and a boy becoming a son.


Martian Child (2007) adalah film karya sutradara Menno Meyjes tentang seorang duda bernama David Gordon (John Cusack, Serendipity) yang mengadopsi seorang anak bernama Dennis (Bobby Coleman, Take). Terlihat seperti cerita biasa? David Gordon adalah seorang penulis cerita science-fiction yang pada masa kecilnya tergolong 'nerd'. Masih terlihat seperti cerita biasa? Dennis menganggap dia adalah makhluk dari planet Mars yang sedang ditugaskan ke bumi dalam sebuah 'misi'.



The Charm :
  1. Both Cusack's and Coleman's acting are great. Masing-masing menjiwai perannya, dan chemistry diantara mereka berdua itu dapet banget. Kalau John Cusack, I know he will be great like on his other movie (Serendipity, Grace Is Gone, High Fidelity). Tapi si kecil Bobby Coleman ini jaaauh lebih menjiwai dari John Cusack. He really acts as if he is from outer space, like doing Martian Dance, wearing an 'extra-gravitation' belt, speaking the 'Martian Language', and things.
  2. The funny thing is, Dennis terlihat seperti memiliki kemampuan supernatural khas makhluk Mars, seperti dapat merasakan warna, memiliki 'Martian Wish' yang dapat mengabulkan segala sesuatu, dan lain-lain. Sehingga, sempat David berpikir bahwa Dennis memang benar berasal dari tempat yang sering ia bicarakan.
  3. Pesan moralnya ngena banget. Cocok untuk ditonton sama orangtua yang punya anak agak-agak 'aneh' (that's why my mom love this movie -_-) atau untuk anak-anak, karena film ini suitable untuk semua umur.
  4. Ceritanya ringan, sehingga mudah dimengerti. Namun, tetap tidak kehilangan pesan moralnya.
  5. Peran pembantu di film ini juga menarik, seperti Liz (Joan Cusack), saudara perempuan David, dan Harlee (Amanda Peet), teman David yang positive thinking dengan keadaan Dennis.
  6. Saya agak terkecoh dengan film ini, karena pada pertengahan film, ada scene yang terlihat seperti the end of the film. Tapi, ternyata filmnya belum selesai, dilanjutkan dengan konflik yang lebih dalam dari sebelumnya, dan menghasilkan pesan moral yang lebih berkualitas : Just Be Yourself. Bingung? Tonton filmnya agar mengerti.
The Ugly Things :
  1. Sempat ada kru film dan kamera yang tampak di film.

Trivia :
  1. Di film ini, Dennis digambarkan suka dengan hal-hal berbau 'science'. Di kehidupan nyata, Bobby Coleman juga menyukai topik science dan bercita-cita untuk menjadi bio-engineer.
  2. Nama tokoh Joan Cusack di film ini sama dengan nama tokoh aktris tersebut di film High Fidelity.
Conclusion : A good film, but not A-must-watch in my list. Tapi, cerita yang lighthearted dan warm ini cukup menghibur.

Rating : 7/10